Punya Modal 1M? Ini Cara Memulai Investasi Properti yang Menghasilkan Passive Income

Punya Modal 1M? Ini Cara Memulai Investasi Properti yang Menghasilkan Passive Income
Investasi Interior sebagai Strategi Jangka Panjang bagi Pemilik Rumah Kost

Investasi properti dengan modal 1M masih sering dianggap sebagai otomatisasi yang menguntungkan hanya karena angkanya terdengar besar padahal cara anda dalam mengalokasikan modal tersebut akan jauh lebih menentukan hasil akhir dibandingkan dengan besaran modal itu sendiri. Ada banyak jalan yang bisa ditempuh dengan besaran modal ini mulai dari  membeli satu properti secara tunai penuh hingga memecahnya menjadi beberapa unit dengan skema leverage yang lebih strategis.

Daftar isi Tampilkan Sembunyikan

Artikel ini akan membahas beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan jika anda memiliki modal 1M dan ingin mulai membangun passive income dari sektor properti lengkap dengan pertimbangan untung – rugi dari masing – masing strategi.

Memahami 2 Sumber Keuntungan Properti Sekaligus 

Sebelum menentukan strategi, penting untuk memahami bahwa investasi pada dasarnya menawarkan dua sumber keuntungan yang berjalan secara bersamaan yaitu passive income dari pendapatan sewa dengan rutin serta adanya capital gain dari kenaikan aset seiring berjalannya waktu. Rata – rata return di kota – kota besar Indonesia berkisar antara 4 – 8% per tahunnya dari nilai properti, ini merupakan angka yang mungkin terlihat tidak begitu spektakuler jika dilihat sendiri, maka dari itu nilai ini perlu digabungkan dengan potensi apresiasi nilai aset yang berjalan secara terpisah.

Kombinasi kedua sumber keuntungan inilah yang membuat properti tetap menarik sebagai instrumen jangka panjang meski dari sisi arus kas bulanan semata masih terlihat kurang agresif dibandingkan dengan instrumen investasi lain yang lebih likuid.

Strategi Pertama : Beli Tunai Penuh untuk Arus Kas Maksimal 

Dengan modal 1M yang dimiliki, opsi paling sederhana adalah membeli satu properti secara tunai penuh tanpa melibatkan KPR sama sekali. Strategi ini menghilangkan beban cicilan bulanan sepenuhnya, dengan kata lain seluruh pendapatan sewa setelah dikurangi biaya operasional langsung menjadi keuntungan bersih pemilik tanpa perlu dibagi untuk membayar bunga bank.

Namun strategi ini memiliki kelemahan tersendiri yakni seluruh modal terkunci hanya pada satu aset saja sehingga risiko akan memiliki konsentrasi penuh pada satu lokasi dan satu jenis properti saja. Hal seperti ini akan berakibat fatal apabila properti tersebut sewaktu mengalami masalah spesifik seperti kekosongan penyewa dalam waktu lama, maka seluruh modal investasi akan ikut terdampak tanpa adanya penyangga dari aset lain.

Strategi Kedua : Leverage KPR untuk Diversifikasi Lebih Luas

Alternatif lain dengan modal yang sama adalah menggunakannya sebagai DP untuk membeli lebih dari satu properti sekaligus menggunakan skema KPR, sehingga total nilai dari aset yang dikendalikan menjadi jauh lebih besar dibandingkan modal awal yang dikeluarkan. Dengan strategi leverage yang tepat, cicilan bulanan bisa ditutupi oleh pendapatan sewa sementara penyewa secara tidak langsung membantu melunasi hutang bank atas nama pemilik.

Sebagai ilustrasi sederhana, modal 1M yang biasanya digunakan untuk membeli satu properti secara tunai dialihkan menjadi DP untuk 2 – 3 properti berbeda dengan total nilai gabungan yang jauh lebih tinggi. Strategi semacam ini akan memberikan diversifikasi lokasi dan jenis properti sehingga risiko tidak hanya berkonsentrasi pada satu aset saja meski konsekuensi yang hadir berubah menjadi pengelolaan akan lebih kompleks dan eksposur terhadap fluktuasi suku bunga KPR.

Perbandingan Kedua Strategi Secara Ringkas

Untuk memudahkan perbandingan, berikut ringkasan karakteristik utama dari kedua strategi yang telah dibahas.

AspekBeli Tunai PenuhLeverage KPR
Arus kas bulananMaksimal tanpa cicilanSesuai selisih NOI dan cicilan
Risiko konsentrasiTinggi dengan 1 asetRendah dengan lebih 1 aset
Kompleksitas pengelolaanLebih sederhanaLebih kompleks 
Potensi capital gain totalTerbatas pada 1 asetLebih besar 
Eksposur risiko suku bungaTidak adaTergantung skema KPR

Sebagaimana terlihat pada tabel tersebut, tidak ada strategi yang secara mutlak lebih unggul karena keduanya menawarkan trade-off berbeda antara kesederhanaan pengelolaan dan potensi pertumbuhan aset jangka panjang.

Memilih Jenis Properti yang Sesuai dengan Modal Anda

Dengan modal 1M, ada beberapa jenis properti yang bisa menjadi pertimbangan seperti rumah tapak di kawasan berkembang, unit kos – kosan yang menghasilkan cash flow bulanan dari beberapa kamar sekaligus, hingga ruko komersial di kawasan dengan aktivitas ekonomi yang aktif. Dari ketiga contoh tersebut unit kos – kosan lebih menarik karena permintaannya yang terus meningkat terutama di kawasan dekat dengan kampus dan kawasan industri dimana potensi yang dimiliki ialah pendapatan dari banyak kamar sekaligus hanya dalam satu aset saja.

Pemilihan jenis properti ini sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dari investasi anda, apakah mengutamakan arus kas bulanan yang stabil seperti kos – kosan dan rumah kontrakan, atau lebih fokus mengejar potensi kenaikan nilai jangka panjang seperti tanah kosong di kawasan yang sedang berkembang namun belum bisa menghasilkan pendapatan dari sewa rutinan.

Langkah Praktis Sebelum Benar – Benar Memulai

Sebelum anda mulai mengeksekusi modal yang dimiliki, ada beberapa langkah taktis yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Pertama, periksa skor kredit yang anda miliki melalui BI Checking atau SLIK OJK sebelum mengajukan KPR mengingat kredit yang bersih sangat memengaruhi peluang persetujuan pinjaman dengan bunga kompetitif. 

Kemudian lakukanlah riset secara langsung pada waktu yang berbeda untuk melihat secara langsung kondisi keramaian maupun potensi risiko seperti banjir yang mungkin tidak terlihat hanya dari kunjungan sesaat. Terakhir, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian dana sebagai cadangan darurat bukan dihabiskan sepenuhnya dari modal untuk DP semata, karena biaya tidak terduga seperti perbaikan atap atau saluran air bisa muncul kapan saja setelah properti mulai beroperasi.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Investor Pemula dengan Modal Besar

Memiliki modal besar seperti 1M terkadang akan membuat investor pemula lebih terburu – buru untuk mengambil keputusan tanpa riset yang mendalam, hal ini sangat mungkin terjadi karena kebanyakan mereka akan mudah tergoda mengejar properti dengan klaim keuntungan tinggi tanpa memverifikasi kelayakan finansial secara cermat. Kesalahan lain yang mungkin dilakukan adalah mengabaikan aspek legalitas demi mempercepat proses transaksi padahal sengketa hukum di kemudian hari bisa menghapus seluruh potensi keuntungan yang sudah diproyeksikan sejak awal.

Penutup

Pada akhirnya, keberhasilan investasi properti dengan modal 1M tidak ditentukan oleh hanya dengan besarnya modal semata melainkan oleh ketelitian riset, kesesuaian strategi yang dimiliki dengan tujuan finansial, serta kedisiplinan dalam mengelola aset setelah dibeli. Modal besar tanpa strategi yang matang bisa berakhir sama resikonya dengan modal kecil yang dikelola secara sembarangan. Jika anda membutuhkan panduan lebih lanjut mengenai strategi maupun pilihan investasi properti di Kota Malang, tim PT Tomoland siap membantu memberikan informasi lebih lanjut melalui WhatsApp di 0821-4212-5500.

Abdul Rosid

adalah seorang ahli strategi pemasaran digital yang mengkhususkan diri dalam optimasi penjualan dan branding properti melalui kanal online.

Artikel Terkait